Akses Teknologi untuk Mendukung Pembelajaran Online



Bukankah kita tidak jarang merasa tidak tahu apa yang harus dipelajari karena tidak tersedia sarana/informasi tentang itu? Karenanya, gerakan untuk membuka akses informasi dan pengetahuan seluas-seluasnya kepada masyarakat menjadi sebuah keharusan. Teknologi informasi dan jasa social media marketing, terutama Internet, dalam hal ini memberikan peluang untuk itu.


Kapan serta dimana belajar dicoba merupakan persoalan ketiga yang butuh dipikirkan kembali jawabannya. Apakah wajib dalam ruangan kelas dalam waktu tertentu ataupun tidak terbatas ruang serta waktu? Model pendidikan tatap- muka yang banyak menghalangi waktu serta tempat belajar. Bagaikan komplemen( ataupun substitusi), teknologi e- learning muncul buat membagikan kebebasan kepada siswa dalam memilah tempat, waktu, serta ritme belajar. Interaksi yang difasilitasi oleh TI ini bisa terjalin secara sinkron( pada waktu yang sama) ataupun asinkron( dalam waktu yang berbeda).

E-learning dapat difasilitasi secara online maupun offline tetapi berbantuan TI. Produksi CD-ROM dengan konten materi pembelajaran termasuk di dalamnya.  Kini, kita bisa dapatkan banyak CD-ROM untuk pembelajaran di pasaran; mulai untuk balita. Bahkan beberapa CD-ROM telah memfasilitasi siswa belajar sesuai dengan kurikulum yang sedang berjalan dengan kemasan yang menarik. Dalam hal ini, TI dapat menghadirkan digital excitement dalam proses pembelajaran. 


Salah satu perusahaan yang memproduksi CD-ROM semacam ini adalah Akal.Perkembangan dunia digital agency terbaik di indonesia sangatlah pesat. Untuk menfasilitasi e-learning dengan bantuan koneksi Internet, dalam beberapa tahun terakhir, telah dikembangkan banyak aplikasi yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran. Aplikasi ini sering disebut dengan Learning Management System (LMS). 

LMS yang dipasarkan oleh jasa social media marketing ini mengintegrasikan banyak fungsi yang mendukung proses pembelajaran seperti menfasilitasi berbagai macam bentuk materi instruksional (teks, audio, video), e-mail, chat, diskusi online, forum, kuis, dan penugasan.  Beberapa contoh LMS adalah WebCT, Blackboard , Macromedia Breeze, dan Fronter. LMS sudah banyak diadopsi oleh banyak lembaga pendidikan di dunia. Sebagi contoh, WebCT telah digunakan lebih dari 2200 PT di seluruh dunia (Pituch dan Lee, 2004). Blackboard juga sudah banyak digunakan oleh pendidikan setingkat SMU.

Posting Komentar

0 Komentar